Ni bukan hanya tentang perasaan atau sesuatu yang kita berdua namakan cinta.
Semua yang akan kita bahas adalah semua tentang hidup.
Aku dan kau bukan sebuah takdir melainkan sebuah perjuangan.
Kita berdua bukan ditakdirkan bersama tetapi harus berjuang untuk bisa bersama.
Ini bukan hanya tentang cinta. Ini lebih dari sekedar sebuah perasaan.
Aku berulang kali menekankannya karena kamu terus berpikir bahwa semua yang ada di dalam kepalaku adalah cinta.
Ya, aku terus mencintaimu dan mengharapkanmu.
Tapi aku mulai berhenti berkhayal. Khayalan ini terlalui tinggi karena aku dan kamu tidak bisa berjuang untuk mencapai suatu kebersamaan.
Entah mengapa kau dan aku berpikir kita bisa melakukannya.
Terasa tidak masuk akal mengingat aku sangat membencimu saat ini.
Alasan itu hanya satu, hatimu tertutup oleh otakmu.
Kau cerdas dalam berbagai hal namun hatimu tidak bisa merasakan kepekaan.
Sekarang kau tahu aku berbicara soal kebersamaan. Bukan siapa-siapa, tapi kita.
Aku hanya sedikit memberimu penjelasan bahwa aku bisa mencintaimu sekaligus mencintaimu, tapi tidak akan bisa bersamamu.
Akan lebih mudah memang, jika kita mencintai orang yang bersama kita.
Hanya saja, akan menjadi sesuatu yang luar biasa apabila kau bisa bersama orang yang kau cintai.
Sayang sekali kita bukan lambang kebersamaan.
Sebenarnya, aku tidak bisa bilang itu ‘kita’, karena akan lebih cocok jika itu diganti ‘aku’.
Aku sadar selama hidupku aku belum bisa bersama orang yang aku cintai. Dan itu dirimu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar